Seminar dan Workshop Seni Etsa Logam di Jurusan Seni Rupa dan Desain ISBI Aceh.

Jantho. Selasa (19/11) Jurusan Seni Rupa dan Desain menggelar seminar dan workshop Seni Etsa Logam perdana di ISBI Aceh. Kegiatan ini merupakan kegiatan dalam rangka Lustrum ISBI Aceh yang pertama dengan mengusung Tema ISBI Aceh Menunjang Ekonomi Kreatif Nasional. Kegiatan workshop dan seminar ini dilaksanakan dari tanggal 19-20 November Di aula pertunjukan ISBI Aceh dengan pemateri Martwan M, M. Sn selaku pemateri tunggal yang nerupakan dosen Seni Grafis di ISI Padang panjang.

Hatmi Negria Taruan selaku ketua pelaksana yang juga merupakan ketua Jurusan Seni Rupa dan Desain mengatakan bahwa etsa logam merupakan salah satu keilmuan seni yang sangat luas, melatar belakangi sejarah Aceh dan Batu nisan yang menggambarkan keahlian seniman terdahulu dalam memahat batu, maka dengan seminar dan workshop Etsa Logam diharapkan mahasiswa/i seni rupa dan desain ISBI Aceh dapat lebih meningkatkan mutu mahasiswa/i dalam dunia seniman dan harus menjadi lebih hebat sari seniman yang telah mendahului kita.

Workshop dan seminar ini diikuti oleh 128 Mahasiswa aktif dari seluruh prodi di jurusan seni rupa dan desain. Mahasiswa sangat antusias terhadap workshop etsa logam. Oktaviani selaku peserta seminar dan workshop etsa logam meyebutkan bahwa ini merupakan hal yang bagus dalam dunia seni rupa ISBI Aceh. Selama ini mahasiswa di seni rupa khususnya kriya tidak terlalu paham dengan yang namanya etsa logam, dikarenakan belum ada satupun dosen yang berlatarkan pendidikan seni logam. Kami sebagai mahasiswa kriya mengharapkan etsa logam bisa menjadi pilihan minat bakat mahasiswa/i untuk tahun ajaran selanjutnya sehingga mahasiswa/i lebih bisa mengeksplotasi tentang seni khususnya logam.

Selain oktaviani beberapa mahasiswa juga begitu antusias dan senang mengikuti kegiatan ini, seperti Sadikun yang merupakan mahasiswa DKV mengatakan kegiatan ini begitu menarik, karena etsa logam ini merupakan salah satu seni yang telah berkembang sejak Masa Ranasain dan masih bisa kita rasalan hingga saat ini seperti tipografiaplikatif dan enamelpin. Selain itu etsa logam juga memiliki potensi yang begitu unggul untuk dikaji lebih mendalam sehingga saya mengharapkan kepada kawan-kawan mahasiswa/i lainnya agar lebih sadar diri terhadap material seni yang luas dan juga bisa lebih mengeksplorasikan kembali ilmu yang telah didaptkan pada seminar dan workshop etsa logam ini.

Pada pembukaan acara ini. Yusri Yusuf Selaku wakil rektor bidang Akademik ISBI Aceh sekaligus pembuka acara, dalam sambutannya mengatakan Bahwa ISBI Aceh harus memiliki ilmu etsa logam yang akan menambah ranah pengetahuan seni. Selain itu Yusri juga berharap hasil workshop ini juga bisa melahirkan bentuk cinderamata khas ISBI Aceh yang unik serta ada logo ISBI Aceh dan tidak memiliki oleh kampus Lainnya di Indonesia, pungkasnya. Aisyah