MESIKHAT DALAM KAJIAN ESTETIKA PADA RUMAH ADAT ALAS ACEH TENGGARA

MESIKHAT DALAM KAJIAN ESTETIKA PADA RUMAH ADAT ALAS ACEH TENGGARA

Oleh:

Saniman Andi Kafri

     Mesikhat merupakan salah satu karya seni yang diwariskan oleh nenek monyang suku Alas. Sebagai salah satu warisan budaya masa lampau, kehadiran motif Mesikhat sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan estetis masyarakat suku Alas. Mesikhat awalnya diterapkan pada rumah adat namun dewasa ini Mesikhat mulai diaplikasikan pada pakaian adat, tas, dompet, dan peralatan perhiasan. Mesikhat yang terdapat pada rumah, dan pakaian adat Alas memiliki lima jenis warna yang terdiri dari warna merah, kuning, hijau, putih dan hitam. Bentuk motif Mesikhat berangkat dari bentuk visual, tumbuh-tumbuhan, hewan, awan, kehidupan sosial dan papan catur. Penggambaran ini diwujudkan dalam bentuk motif, tanpa menghilangkan unsur nilai-nilai estetis dan pemaknaan dari objek tersebut. Motif Mesikhat yang terdapat pada rumah adat Alas sebanyak sepuluh jenis, terdiri dari, motif Pakhuh Enggang, Papan Catukh, Embun Bekhangkat, Pucuk Khebung, Mate Baning, Khentape, Jekhjak Pantemken, Bunge Ketile, Tampuk Gete, Putekh Tali. Pesan dan makna motif Mesikhat  sangat beragam mulai dari pesan sosial, moral, dan pesan spiritual sesuai dengan motifnya. Melihat nilai-nilai yang terdapat pada motif Mesikhat dapat dilakukan dengan beberapa pendekatan teori seperti teori Estetika untuk melihat nilai-nilai keindahan pada motif Mesikhat.